Cara Kami Melakukan Pertanian Presisi di Lahan Produksi

Penginderaan jauh dengan menggunakan citra satelit, membantu kami dalam mengambil keputusan.

Seperti yang kita ketahui sektor pertanian merupakan sektor industri yang biasanya paling lambat dalam mengadopsi penggunaan teknologi dan lebih mengandalkan pengetahuan dan kebiasaan secara turun temurun. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan ilmu pertanian turun temurun, hanya saja ilmu ini mengandalkan kira-kira. Misal berapa jumlah pupuk yang harus ditebar di satu lahan, kapan harus menanam, apa yang harus dilakukan jika ternyata iklim berubah dari kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, dan berbagai macam faktor lain yang bisa mempengaruhi bisnis di bidang agrikultur.

Oleh karena itu, kami menerapkan teknologi pertanian presisi dengan bantuan citra satelit di proyek budidaya jagung manis yang kami lakukan di samping tetap mengkombinasikan dengan ilmu tradisional. Berikut ini beberapa hal yang kami terapkan di lahan kami.

Merencanakan pemupukan

nitrogen analysis

Penginderaan jauh dengan menggunakan citra satelit dapat digunakan untuk menghitung berapa kebutuhan Nitrogen yang dibutuhkan oleh tanah. Selama ini petani menggunakan pupuk dengan cara disebar merata. Padahal pada kenyataannya pada satu area bisa jadi jumlah pupuk yang dibutuhkan berbeda-beda. Bayangkan jika petani melakukan pemupukan dengan jumlah yang lebih presisi, akan ada penghematan jumlah pupuk yang diperlukan di luar dari kebiasaan.

Jadwal pemupukan sendiri juga dapat ditentukan sekitar 3-5 hari sebelumnya berdasarkan prediksi cuaca agar pupuk tidak segera larut oleh air hujan. Memang prediksi cuaca tidak akan 100% akurat tapi cukup membantu. Pengamatan cuaca secara visual tetap perlu dilakukan.

Pengamatan pertumbuhan tanaman

nitrogen analysis

Citra satelit juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah dalam satu lahan pertumbuhan tanamannya baik atau tidak. Sehingga jika pertumbuhannya tidak sesuai dengan yang diharapkan dapat dilakukan analisis terhadap penyebabnya. Ilmu pertanian tradisional biasanya hanya dapat menangkap hal-hal yang bisa dilihat oleh mata manusia. Sedangkan sensor yang ada pada satelit juga memiliki panjang gelombang yang tidak bisa ditangkap oleh mata manusia, sehingga memungkinkan untuk dilakukan analisis lebih lanjut.

Mengatur pola tanam

nitrogen analysis

Kami juga mencoba mengatur pola tanam dengan cara mengamati pola tanam orang lain di wilayah sekitar kami dengan cara melakukan klasifikasi jenis tanaman dari citra satelit. Sehingga dapat menghindari panen secara berbarengan yang dapat menyebabkan suplai komoditas yang berlebih di pasar dan akhirnya membuat harga jual menjadi jatuh.

Kesimpulan

Penginderaan jauh dengan menggunakan satelit hanyalah salah satu cara untuk menerapkan metode pertanian presisi tanpa harus memasang alat atau datang ke lapangan. Metode ini pun juga memiliki kekurangan, yaitu pengambilan data baru dilakukan setiap 5 hari sekali dengan catatan area yang diobservasi tidak tertutup awan tebal. Kelebihannya kita bisa melakukan analisis data dari jarak jauh dan melakukan analisis data secara historikal sehingga bisa digunakan untuk melakukan perencanaan di musim tanam ke depan.

Ingin menerapkan metode pertanian presisi seperti yang kami lakukan? Anda bisa kontak kami di contact@tanibox.com.

Asep Bagja Priandana
CEO di Tanibox
Let's build a better future where we grow crops easily

Let's discuss!
comments powered by Disqus

Cara Kami Melakukan Pertanian Presisi di Lahan Produksi

Penginderaan jauh dengan menggunakan citra satelit, membantu kami dalam mengambil keputusan.

Seperti yang kita ketahui sektor pertanian merupakan sektor industri yang biasanya paling lambat dalam mengadopsi penggunaan teknologi dan lebih mengandalkan pengetahuan dan kebiasaan secara turun temurun. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan ilmu pertanian turun temurun, hanya saja ilmu ini mengandalkan kira-kira. Misal berapa jumlah pupuk yang harus ditebar di satu lahan, kapan harus menanam, apa yang harus dilakukan jika ternyata iklim berubah dari kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, dan berbagai macam faktor lain yang bisa mempengaruhi bisnis di bidang agrikultur.

Oleh karena itu, kami menerapkan teknologi pertanian presisi dengan bantuan citra satelit di proyek budidaya jagung manis yang kami lakukan di samping tetap mengkombinasikan dengan ilmu tradisional. Berikut ini beberapa hal yang kami terapkan di lahan kami.

Merencanakan pemupukan

nitrogen analysis

Penginderaan jauh dengan menggunakan citra satelit dapat digunakan untuk menghitung berapa kebutuhan Nitrogen yang dibutuhkan oleh tanah. Selama ini petani menggunakan pupuk dengan cara disebar merata. Padahal pada kenyataannya pada satu area bisa jadi jumlah pupuk yang dibutuhkan berbeda-beda. Bayangkan jika petani melakukan pemupukan dengan jumlah yang lebih presisi, akan ada penghematan jumlah pupuk yang diperlukan di luar dari kebiasaan.

Jadwal pemupukan sendiri juga dapat ditentukan sekitar 3-5 hari sebelumnya berdasarkan prediksi cuaca agar pupuk tidak segera larut oleh air hujan. Memang prediksi cuaca tidak akan 100% akurat tapi cukup membantu. Pengamatan cuaca secara visual tetap perlu dilakukan.

Pengamatan pertumbuhan tanaman

nitrogen analysis

Citra satelit juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah dalam satu lahan pertumbuhan tanamannya baik atau tidak. Sehingga jika pertumbuhannya tidak sesuai dengan yang diharapkan dapat dilakukan analisis terhadap penyebabnya. Ilmu pertanian tradisional biasanya hanya dapat menangkap hal-hal yang bisa dilihat oleh mata manusia. Sedangkan sensor yang ada pada satelit juga memiliki panjang gelombang yang tidak bisa ditangkap oleh mata manusia, sehingga memungkinkan untuk dilakukan analisis lebih lanjut.

Mengatur pola tanam

nitrogen analysis

Kami juga mencoba mengatur pola tanam dengan cara mengamati pola tanam orang lain di wilayah sekitar kami dengan cara melakukan klasifikasi jenis tanaman dari citra satelit. Sehingga dapat menghindari panen secara berbarengan yang dapat menyebabkan suplai komoditas yang berlebih di pasar dan akhirnya membuat harga jual menjadi jatuh.

Kesimpulan

Penginderaan jauh dengan menggunakan satelit hanyalah salah satu cara untuk menerapkan metode pertanian presisi tanpa harus memasang alat atau datang ke lapangan. Metode ini pun juga memiliki kekurangan, yaitu pengambilan data baru dilakukan setiap 5 hari sekali dengan catatan area yang diobservasi tidak tertutup awan tebal. Kelebihannya kita bisa melakukan analisis data dari jarak jauh dan melakukan analisis data secara historikal sehingga bisa digunakan untuk melakukan perencanaan di musim tanam ke depan.

Ingin menerapkan metode pertanian presisi seperti yang kami lakukan? Anda bisa kontak kami di contact@tanibox.com.

Asep Bagja Priandana

CEO di Tanibox
Let's build a better future where we grow crops easily

Let's discuss!
comments powered by Disqus