Pertanian Presisi dengan Satelit untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional

Dengan perubahan iklim yang sudah terjadi dimana-mana, petani lah yang paling merasakan dampaknya. Lalu, bagaimana solusinya?

Tahukah Anda kalau 37% lahan di Bumi ini digunakan untuk kebutuhan pertanian? 11% digunakan untuk menanam tanaman pangan, dan sisanya untuk memelihara hewan ternak. Salah satu tantangan yang paling diabaikan dalam pertanian adalah mempertahankan dan meningkatkan efisiensi. Dengan perubahan iklim yang sudah terjadi di mana-mana, umat manusia harus menghadapi dan mengatasi tantangan ini. Mengapa? Karena populasi manusia terus bertambah. Seluruh dunia akan bergantung pada praktik pertanian yang lebih efektif untuk menghasilkan lebih banyak, namun tetap dapat menjaga keseimbangan alam. Di sinilah pertanian presisi dapat membantu petani agar dapat menjadi pengelola lahan dan lingkungan yang baik.

Apa itu Pertanian Presisi?

Pertanian presisi adalah metode yang menggunakan sistem berbasis data riil yang dapat menghasilkan umpan balik untuk menentukan cara mengoptimalkan kegiatan pertanian dan sumber daya yang digunakan. Cara termudah untuk memahaminya adalah dengan menganggap pertanian presisi sebagai segala sesuatu yang membuat praktik bertani lebih akurat dan terkontrol dalam hal bercocok tanam dan memelihara ternak. Komponen utama pendekatan ini adalah penggunaan teknologi informasi dan beragam perangkat seperti pemandu GPS, sensor, robotika, sistem kontrol, drone, kendaraan otonom, teknologi rerate variabel, pengambilan sampel tanah berbasis GPS, perangkat keras otomatis, telematika, dan berbagai perangkat lunak.

Tujuan utama pertanian presisi adalah untuk memastikan petani mendapatkan keuntungan dari kegiatan bertaninya, efisiensi sumber daya yang digunakan, dan keberlanjutan sambil melindungi lingkungan. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan beragam data yang dikumpulkan dan diolah oleh teknologi pertanian presisi untuk memandu penggunanya mengambil keputusan sesegera mungkin. Mulai dari di lahan sebelah mana yang kekurangan air sehingga perlu diairi, kapan sebaiknya menerapkan pupuk, di sebelah mana yang kekurangan pupuk, atau jenis hama apa yang ada di lapangan, berapa populasi hamanya, dan berapa banyak pengontrol hama yang harus digunakan, dan seterusnya.

Walaupun prinsip pertanian presisi sudah ada sejak lebih dari 25 tahun yang lalu, namun baru-baru ini saja ia menjadi bahan penelitian lanjutan dan diaplikasikan di berbagai tempat sehingga biaya yang dikeluarkan oleh petani yang mengaplikasikannya menjadi semakin murah. Ia juga didukung oleh perkembangan teknologi yang semakin baik sehingga adopsi teknologi-teknologi canggih lain menjadi semakin mudah karena sudah dapat didukung. Misalnya saja, drone yang dikombinasikan dengan teknologi rerata variabel (variable rate technology) dapat digunakan untuk pengaplikasian pengontrol hama ataupun pupuk di tempat-tempat yang sudah dipindai oleh satelit.

Mengapa menggunakan satelit?

Tujuan utamanya adalah untuk menjadikan pertanian sebagai sektor yang berkelanjutan, dengan menurunkan penggunaan sumber daya terbatas seperti pupuk dan air, namun tetap dapat memproduksi bahan pangan sebanyak-banyaknya, serta menekan produksi limbah sebanyak mungkin. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan memanfaatkan data satelit untuk meningkatkan efisiensi di lahan pertanian. Anda mungkin bertanya kepada saya, “Bagaimana satelit yang mengorbit Bumi yang jauhnya ribuan kilometer dari permukaan dapat meningkatkan masa depan pertanian?” Jawaban saya, cukup banyak.

Petani dengan pertanian yang membentang ratusan hingga ribuan hektar memiliki tantangan berat untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang kondisi kesehatan lahan mereka. Ketika harus mengaplikasikan banyak pupuk, akan sangat sulit bagi mereka untuk memperbaiki kesalahan yang disebabkan oleh itu. Ini adalah salah satu kasus penggunaan di mana satelit dapat berguna untuk bertani. Dengan adanya satelit, petani hanya perlu mengaplikasikan pupuk di lahan yang kekurangan saja, tidak ke semua lahan, sehingga penggunaan pupuk dapat diturunkan dan juga buangan pupuk yang tidak terpakai oleh tanaman tidak akan mencemari air tanah.

Data satelit adalah salah satu kunci ketahanan pangan di masa depan

Tanaman adalah organisme berbasis lokasi, jadi masuk akal mengapa SIG (sistem informasi geografis) merupakan teknologi yang sangat relevan bagi petani. Selama bertahun-tahun, satelit telah menjadi dasar perkembangan teknologi untuk mewujudkan pertanian presisi. Satelit menghasilkan pencitraan skala besar dari setiap meter persegi pertanian Anda, setiap minggu. Ini adalah proposisi nilai di mana drone belum tentu cocok. Tapi ia juga memiliki beberapa keterbatasan, misalnya seperti resolusi spasial yang rendah dan konten informasi, atau populasi awan yang dapat mempengaruhi kualitas citra satelit.

Agar dapat tumbuh dengan baik, tanaman memerlukan cahaya matahari, nutrisi, dan air dalam jumlah yang pas. Terlalu banyak (banjir) atau terlalu sedikit (kemarau) dapat memberi dampak yang luar biasa besar pada pertumbuhannya. Teknologi satelit dapat mengumpulkan informasi dari berbagai permukaan Bumi yang kemudian menghasilkan prakiraan cuaca dan dampaknya terhadap tenaman, serta mengawasi kekeringan ataupun banjir.

Kami percaya masa depan pertanian terletak pada pemanfaatan pertanian presisi. Terutama untuk petani-petani yang terkena dampak paling parah dari perubahan iklim. Semoga artikel ini menambah wawasan Anda seputar pertanian presisi.

Retno Ika Safitri
Chief Product Officer di Tanibox
Let's build a better future where we grow crops easily

Let's discuss!
comments powered by Disqus

Pertanian Presisi dengan Satelit untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional

Dengan perubahan iklim yang sudah terjadi dimana-mana, petani lah yang paling merasakan dampaknya. Lalu, bagaimana solusinya?

Tahukah Anda kalau 37% lahan di Bumi ini digunakan untuk kebutuhan pertanian? 11% digunakan untuk menanam tanaman pangan, dan sisanya untuk memelihara hewan ternak. Salah satu tantangan yang paling diabaikan dalam pertanian adalah mempertahankan dan meningkatkan efisiensi. Dengan perubahan iklim yang sudah terjadi di mana-mana, umat manusia harus menghadapi dan mengatasi tantangan ini. Mengapa? Karena populasi manusia terus bertambah. Seluruh dunia akan bergantung pada praktik pertanian yang lebih efektif untuk menghasilkan lebih banyak, namun tetap dapat menjaga keseimbangan alam. Di sinilah pertanian presisi dapat membantu petani agar dapat menjadi pengelola lahan dan lingkungan yang baik.

Apa itu Pertanian Presisi?

Pertanian presisi adalah metode yang menggunakan sistem berbasis data riil yang dapat menghasilkan umpan balik untuk menentukan cara mengoptimalkan kegiatan pertanian dan sumber daya yang digunakan. Cara termudah untuk memahaminya adalah dengan menganggap pertanian presisi sebagai segala sesuatu yang membuat praktik bertani lebih akurat dan terkontrol dalam hal bercocok tanam dan memelihara ternak. Komponen utama pendekatan ini adalah penggunaan teknologi informasi dan beragam perangkat seperti pemandu GPS, sensor, robotika, sistem kontrol, drone, kendaraan otonom, teknologi rerate variabel, pengambilan sampel tanah berbasis GPS, perangkat keras otomatis, telematika, dan berbagai perangkat lunak.

Tujuan utama pertanian presisi adalah untuk memastikan petani mendapatkan keuntungan dari kegiatan bertaninya, efisiensi sumber daya yang digunakan, dan keberlanjutan sambil melindungi lingkungan. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan beragam data yang dikumpulkan dan diolah oleh teknologi pertanian presisi untuk memandu penggunanya mengambil keputusan sesegera mungkin. Mulai dari di lahan sebelah mana yang kekurangan air sehingga perlu diairi, kapan sebaiknya menerapkan pupuk, di sebelah mana yang kekurangan pupuk, atau jenis hama apa yang ada di lapangan, berapa populasi hamanya, dan berapa banyak pengontrol hama yang harus digunakan, dan seterusnya.

Walaupun prinsip pertanian presisi sudah ada sejak lebih dari 25 tahun yang lalu, namun baru-baru ini saja ia menjadi bahan penelitian lanjutan dan diaplikasikan di berbagai tempat sehingga biaya yang dikeluarkan oleh petani yang mengaplikasikannya menjadi semakin murah. Ia juga didukung oleh perkembangan teknologi yang semakin baik sehingga adopsi teknologi-teknologi canggih lain menjadi semakin mudah karena sudah dapat didukung. Misalnya saja, drone yang dikombinasikan dengan teknologi rerata variabel (variable rate technology) dapat digunakan untuk pengaplikasian pengontrol hama ataupun pupuk di tempat-tempat yang sudah dipindai oleh satelit.

Mengapa menggunakan satelit?

Tujuan utamanya adalah untuk menjadikan pertanian sebagai sektor yang berkelanjutan, dengan menurunkan penggunaan sumber daya terbatas seperti pupuk dan air, namun tetap dapat memproduksi bahan pangan sebanyak-banyaknya, serta menekan produksi limbah sebanyak mungkin. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan memanfaatkan data satelit untuk meningkatkan efisiensi di lahan pertanian. Anda mungkin bertanya kepada saya, “Bagaimana satelit yang mengorbit Bumi yang jauhnya ribuan kilometer dari permukaan dapat meningkatkan masa depan pertanian?” Jawaban saya, cukup banyak.

Petani dengan pertanian yang membentang ratusan hingga ribuan hektar memiliki tantangan berat untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang kondisi kesehatan lahan mereka. Ketika harus mengaplikasikan banyak pupuk, akan sangat sulit bagi mereka untuk memperbaiki kesalahan yang disebabkan oleh itu. Ini adalah salah satu kasus penggunaan di mana satelit dapat berguna untuk bertani. Dengan adanya satelit, petani hanya perlu mengaplikasikan pupuk di lahan yang kekurangan saja, tidak ke semua lahan, sehingga penggunaan pupuk dapat diturunkan dan juga buangan pupuk yang tidak terpakai oleh tanaman tidak akan mencemari air tanah.

Data satelit adalah salah satu kunci ketahanan pangan di masa depan

Tanaman adalah organisme berbasis lokasi, jadi masuk akal mengapa SIG (sistem informasi geografis) merupakan teknologi yang sangat relevan bagi petani. Selama bertahun-tahun, satelit telah menjadi dasar perkembangan teknologi untuk mewujudkan pertanian presisi. Satelit menghasilkan pencitraan skala besar dari setiap meter persegi pertanian Anda, setiap minggu. Ini adalah proposisi nilai di mana drone belum tentu cocok. Tapi ia juga memiliki beberapa keterbatasan, misalnya seperti resolusi spasial yang rendah dan konten informasi, atau populasi awan yang dapat mempengaruhi kualitas citra satelit.

Agar dapat tumbuh dengan baik, tanaman memerlukan cahaya matahari, nutrisi, dan air dalam jumlah yang pas. Terlalu banyak (banjir) atau terlalu sedikit (kemarau) dapat memberi dampak yang luar biasa besar pada pertumbuhannya. Teknologi satelit dapat mengumpulkan informasi dari berbagai permukaan Bumi yang kemudian menghasilkan prakiraan cuaca dan dampaknya terhadap tenaman, serta mengawasi kekeringan ataupun banjir.

Kami percaya masa depan pertanian terletak pada pemanfaatan pertanian presisi. Terutama untuk petani-petani yang terkena dampak paling parah dari perubahan iklim. Semoga artikel ini menambah wawasan Anda seputar pertanian presisi.

Retno Ika Safitri

Chief Product Officer di Tanibox
Let's build a better future where we grow crops easily

Let's discuss!
comments powered by Disqus